SELAMAT DATANG DI "TANAILANDU" (WASINDOLI) BLOG DI SINI KAMI BERBAGI PENGALAMAN DAN INFO DESAKU ( NadtsiR )

Kamis, 12 April 2012

Asal mula Flashdisk


Kapan ya flashdik pertama kali dirilis dan seberapa besar tampungan flashdisk tersebut?nih jawabannya gan..
FLASHDISK…..Pasti tau kan???
Tau siapa penemunya?? ternyata sejarah mula adanya flashdisk seperti ini, mulai dari prototypenya dulu sampe yang canggih sekarang ini.
Kalo ini pasti ampir pada tau lah, komponen utamanya, seperti ini:
1.Sambungan USB
2.Perangkat pengontrol penyimpanan massal USB
3.Titik-titik percobaan
4.Chip flash memory
5.Oscillaator crystal
6.LED
7.Write-protect switch
8.Ruang kosong untuk chip flash memory kedua

Pengertiannya FlashDisk sendiri seperti ini
- USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulis. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte.

- USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

SEJARAH FLASH CHIP
- Penemuan Flash Memory (NOR dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang bekerja pada Toshiba sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya yaitu Mr. Shoji Ariizumi

- Type flash chip type NOR yang diperdagangkan dikenalkan oleh intel pada tahun 1988

- NOR flash adalah flash dasar yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak terhadap semua lokasi memori. Tetapi sangat bagus untuk menggantikan ROM model lama, dimana memungkinkan untuk mengupdate kode program yang tersimpan. Contoh adalah BIOS

- NAND flash di announced oleh Toshiba pada tahun 1989, dimana bisa melakukan proses penghapusan dan penulisan yang lebih cepat, membutuhkan tempat yang kecil untuk chip per selnya. Dengan bertambahnya kapasitas tetapi biaya bisa ditekan menyebabkan flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary storage.

SEJARAH FLASH DISK
- Belum dapat dipastikan siapa yang mengembangkannya pertama kali karena ada tiga perusahaan yang memperselisihkan yaitu M-Systems, Netac, dan Trek 2000

- Flash drive mulai dipasarkan pada tahun 2001 di Amerika oleh IBM. Ukuran data yang dapat disimpan pada waktu itu adalah 8 MB, data terakhir November 2006 sudah mencapai 64 GB.

- Tidak hanya ukurannya saja yang berkembang, tetapi bentuk dan fungsinya juga mengalami perubahan. Ada flash drive yang memakai rotary design sehingga kita tidak perlu khawatir kehilangan penutupnya. Tersedia juga flash drive yang dilapisi karet supaya tahan air atau dilengkapi dengan clip carabineer sehingga mudah digantungkan. Bahkan telah dibuat flash drive berbentuk model kartu kredit. Namanya wallet-friendly USB. Ukurannya hanya 86 x 54 x 1,9 mm. Jadi, dapat disimpan dengan aman di dalam dompet.
- Untuk masalah kemanan yang dimiliki flash drive saat ini sebatas melindungi data yang ada supaya tidak terakses oleh orang yang bukan pemiliknya. Cara kerja yang dipakai saat ini antara lain menggunakan full disk encryption atau physical authentication tokens. Sistem terbaru yang diperkenalkan tengah tahun 2005 lalu adalah biometric fingerprinting. Akan tetapi, metode sekuritas ini sangat mahal karena menggunakan teknologi tinggi

- Pada kenyataannya pemanfaatan flash drive telah berkembang untuk berbagai hal. Contohnya di sebuah artikel diuraikan langkah-langkah men-setting flash drive untuk mem-boot Windows XP. Syarat utamanya memang motherboard dan BIOS dari komputer kita dapat mendukung manajemen booting dari flash drive. Beberapa aplikasi juga dapat dijalankan dari flash drive tanpa harus meng-install-nya terlebih dahulu ke komputer.

Mengatasi BBM (Blackberry Messenger ) Lambat


Kadang Blackberry Messenger (BBM) mengalami eror. Masalah yang terjadi tidak bisa mengirim pesan (send atau deliver) kedaftar kontak BBM yang ada. ternyata kendala ini dialami oleh sebagian pengguna pada saat yang bersamaan, walaupun sudah di "PING BBM" Email delivery dan setup hingga copot baterai Blackberry masih juga eror.


Jika terjadi Cara Mengatasi BBM (Blackberry Messenger ) Lambat/Lemot, biyasanya pengguna melakukan PING atau meminta kawan untuk PING BBM untuk melancarkan jalannya BBM. Tentu hal seperti itu tudak benar, karena PING digunakan apabila pengguna BBM yang kita tuju tidak membalas atau mungkin belum membaca BBM dari anda. sehingga anda dapat melakukan PING untuk mengingatkan mereka. Fungsinya sama seperti BUZZ pada Yahoo Messenger.


Berikut ini langkah-langkah Cara Mengatasi BBM (Blackberry Messenger ) Lambat:


1. Lakukan pendaftaran Blackberry, pilih option > Advance option > Host Routing Table > Pilih 510 ID {51001030} (kemungkinan nomer bisa beda sedikit), Selanjutnya Tekan menu (Tombol BB) > Pilih Register Now > Pilih OK


2. Lakukan Diagnostic Test pilih Option > Mobile Network > Selanjutnya tekan menu (Tombol BB) pilih > Diagnostic Test > Selanjutnya tekan Menu (TOmbol BB) > Pilih RUN Tunggu hingga selesai (complete).


jika muncul tulisan "Your Device is in UMA mode-cannot RUN Test" berarti ada pengaturan yang tidak sesuai. Untuk mengatasinya, kembali ke Mobile setting option > Conection Preference ubah menjadi "mobile network preferred" karena jiika pengaturan "wifi preferred" akan muncul eror seperti tadi.


SEMOGA BERMANFAAT

12 NEGARA INTERNET TERCEPAT DI DUNIA (Indonesia urutan ke-138)


Tiap tahun jumlah pengguna internet di dunia meningkat pesat dan diiringin dengan perkembangan teknologi yang mendampinginnya, Peningkatan ini terjadi karena internet memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, sains, informasi up to date, relasi (situs jejaring), hingga ekonomi, bisnis, politik dan religi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet atau lebih dikenal e-commerce.


Besarnya pengaruh (sisi positif) internet membuat negara-negara maju berlomba memperbesar infrastruktur, jaringan dan teknologi internet. Bagi pemerintah bersama stakeholder (provider/operator) negara-negara maju, mereka telah memperbesar kecepatan internet hingga angka fantastis bila dibanding dengan negara seperti Indonesia. Adalah negara Korea Selatan yang menjadi negara dengan akses internet tercepat, yang disusul Jepang.


Berikut 12 Negara (Wilayah) dengan kecepatan Internet tertinggi


Rank Negara Kecepatan Akses
1 Korea Selatan 21,71 Mb/s
2 Jepang 16.00 Mb/s
3 Aland Island 15.02 Mb/s
4 Lithuania 13.44 Mb/s
5 Latvia 13.35 Mb/s
6 Swedia 13.26 Mb/s
7 Romania 12.85 Mb/s
8 Belanda 12.32 Mb/s
9 Bulgaria 12.02 Mb/s
10 Republik Moldova 10.00 Mb/s
11 Hong Kong (China) 9.52 Mb/s
12 Slovakia 8.92 Mb/s
– – –
28 Amerika Serikat 5.1 Mb/s (Update)
– – –
138 Indonesia 1.21 Mb/s

Human Japanese 2.0


bagi agan² yang ingin ke jepang nihh saya kasih software nya,.,
Human Japanese merupakan sebuah software yang berfungsi untuk membanttu anda dalam belajar bahasa jepang. Cocok banget buat anda yang ingin belajar bahasa jepang atau berja di jepang.


Human Japanese dilengkapi lebih dari 1800 rekaman kata-kata kosa kata dan contoh kalimat, fasilitas instan search kata dan istilah tata bahasa, puluhan game dan kuis, dan disertai dengan suara membaca hiragana.


Download di sini http://www.mediafire.com/?v431775s3p8898a

CorelDraw X5 [full version]


Langsung aja gan, yg lagi butuh corelDraw X5.
Download:
CorelDraw X5 (Dari situs resminya corel.com 583MB) http://adfoc.us/118812985180
keygen (ziddu 16KB) http://adfoc.us/118812985906

Klik SKIP di pojok kanan atas

Cara Inastall:
1.) Download CorelDraw X5 beserta Jamu Kigen-nya
2.) Install CorelDraw X5, jika diminta serial buka Jamu Kigen, kemudain klik tombol “serial nuber”. lalu copy serial number yang ada di Jamu Kigen ke instalasi CorelDraw X5 (jangan tutup Jamu Kigen)
3.) Setelah selesai di-install, buka CorelDraw X5
Pilih aktivasi via telpon, copy “installation code” ke kotak “installation code” di Jamu Kigen. Kemudian klik tombol “Activation Code”.
4.) Akan muncul “Activation Code” di Jamu Kigen. Copy “Activation Code” tersebut ke kotak “Activation Code” di corel.
5.) Klik Continue. SELESAI.

JADIKAN FLASH DISK ANDA DARI 1Gb menjadi 2Gb


Langsung saja simak langkah langkahnya ! Berikut Langkah langkahnya :
1.Extract aplikasinya
2.Buka aplikasinya
3.Sebelum Di-Upgrade , Backup dulu data data yang ada di Flashdisk !
4.Pilih Drive Flashdisk yang akan Di-Upgrade lalu klik FIX
5.Setelah itu akan ada 2 Pemberitahuan dan klik OK Pada 2 Pemberitahuan Itu ! 6.Lalu Cabut Flashdisk Dan Masukkan Kembali Flashdisk ! 7.Klik Properties dan lihat hasilnya Flashdisk kamu yang sebelumnya 1Gb Menjadi 2Gb ! Sudah Saya Coba Dan Hasilnya Sukses !


untuk softwarenya silahkan download di sini http://reno_nugrahanto.mywapblog.com/files/1gb-to-2gb.rar

Cara instal windows lewat usb flash disk

Cara instal windows lewat usb flashdisk yang selama ini saya ketahui adalah dengan membuat bootable usb flasdisk, biasanya saya mengunakan software PeToUSB_3.0.0.7 kemudian menyalin/ copy file instalasi dari cd Windows Xp, Windows vista, Windows 7 ke usb flashdisk dengan software usb prep8. trik ini beberapa lama saya gunakan karena saya anggap yang paling praktis dari pada harus menggunakan cara manual di DOS.


Cara instal windows lewat usb flashdisk diatas akhirnya saya tinggalkan setelah menemukan software win to flash yang lebih praktis tidak berbelit-belit seperti cara diatas. WinToFlash adalah sebuah aplikasi berguna yang akan membantu Anda transfer Windows XP, Windows 2003, Windows Vista, Windows 2008, Windows 7 setup dari CD atau DVD ke flash disk hanya dalam beberapa langkah. dengan software ini Anda dapat menginstal Windows dari usb flash Disk, USB Stick, HDD, dll ke komputer Anda atau netbook.


Persyaratan :


- Sebuah komputer bebas virus dan memiliki DVD Room
- USB flashdisk mendukung usb 2.0.
- Kapasitas usb disarankan minimal 4 gb untuk menginstal windows vista dan windows 7.
- Cd instalasi Windows XP, Windows 2003, Windows Vista, Windows 2008, Windows 7.
- Software wintoflash untuk download softwarenya ada di sini http://wintoflash.com/download/version-0-7-0039/ftp-1/


Cara membuat bootable windows di flashdisk menggunakan Software WinToFlash :


- Tancapkan flashdisk di komputer bersih pastikan kosong karena nanti akan terformat
- Jalankan WinToFlash.exe 
- Klik tanda contreng windows setup transfer wizard. selalanjutnya next .
- Masukkan cd instaler Windows XP, Windows 2003, Windows Vista, Windows 2008, Windows 7.
- Perhatikan Source and destination targets . 
- Windwows files path select ke drive cd room dan usb drive select ke flashdisk.
- selanjutnya klik next - next saja hingga semua file dari cd ter copy ke usb
-Jika selesai usb flashdisk sudah siap digunakan unntuk menginstal windows. Silahkan melakukan setting pada BIOS komputer yang akan diinstal, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.

PERBEDAAN 1G, 2G, 2.5G, 3G, 3.5G, 4G DAN 5G



1G

Jaringan 1G pertamakali ditemukan di tahun 1980 ketika AMPS di Amerika  bekerjasama dengan TACS dan NMT di Eropa membuat terobosan di teknologi  jaringan. Saya tidak perlu menjelaska singkatan dari AMPS dll, karena  tidak akan ada kuis berhadiah Iphone 4G yang akan menanyakan singkatan  itu.



Yang harus anda ketahui adalah bahwa ini adalah standar  baru dari teknologi jaringan. zaman dimana campur tangan manusia sudah  tidak terlalu dibutuhkan semuanya benar benar sudah otomatis dan dengan  bentuk yang kecil tentunya. karena ini adalah ponsel generasi pertama  mereka membuat nya sangat serius mereka membuat ponsel yang kuat dan  handal yang akhirnya tersebar ke seluruh dunia.



2G


Pada awal tahun 90-an untuk pertama kalinya muncul teknologi jaringan  seluler digital. yang hampir bisa dipastikan memiliki banyak kelebihan  dibandingkan dengan teknologi jaringan analog (1G) seperti suara lebih  jernih, keamanan lebih terjaga dan kapaistas yg lebih besar. GSM muncul  terlebih dahulu di Eropa sementara Amerika mengandalkan D-AMPS dan  Quallcomm CDMA pertama mereka. kedua sistem ini (GSM dan CDMA) mewakili  generasi ke dua (2G) dari teknlogi jaringan nirkabel, mereka berbeda,  mereka unik mereka Asli. dan juga kenyataan bahwa generasi Pertama telah  pupus satu dekade yang lalu. sehingga harus ada generasi yang baru.


Generasi kedua memiliki memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih  cepat. sekitar 14.4KBPS. anda juga dapat mengirimkan pesan teks. akan  tetapi Fitur CSD ini membuat Tagihan bualanan anda membengkak.karena  jika anda ingin terhubung ke internet anda harus menggunakan dialup yang  dihitung permenit. kecuali anda punya percetakan uang sendiri dirumah  ;)


Pada tahun tahun selanjutnya ketika orang-orang sudah  ketagihan internet, ketika mereka mengecek email setiap hari mereka  merasa sudah harus ada perubahan, mereka membutuhkan akses data yang  lebih cepat dari yang ada saat itu. GPRS memang lebih bagus dari 2G tapi  tidak cukup bagus jika kita bandingkan dengan 3G yang benih benih nya  sudah mulai muncul ketika GPRS di umumkan untuk pertama kali.


2.5G


GPRS (The General Packet Radio Service) – 2.5G – adalah terobosan  terbaru di generasi ke dua ini. GPRS jg adalah akar dari munculnya 4G.  lahir pada tahu 1997 GPRS dengan sigap menggantikan CSD yang boros.  dengan GPRS anda bisa dipastikan “Always on” anda dapat terhubung ke  internet dimana saja dan kapan saja. secara teori kecepatan gprs mampu  mencapai 100kbps walau dalam kenyataannya kita tidak pernah mencapai  kecepatan 40kbps sekalipun.hhehe ;) GPRS juga membuat anda lebih irit  karena hitungannya menjadi per kilobyte bukan lagi permenit seperti CSD.


3G


Antara tahun 2001 sampai 2003, EVDO Rev 0 pada CDMA2000 dan UMTS pada  GSM pertama yang merupakan cikal bakal generasi ke tiga (3G)  diperkenalkan. Tapi ini bukan berarti GPRS telah mati. Justru saat itu  muncul EDGE – Enhanced Data - rates for GSM Evolution – ini diharapkan  akan menjadi pengganti GPRS yang baik, karena tidak perlu mengupgrade  hardware secara ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.  dengan EDGE anda sudah dapat merasakan kecepatan dua kali lebih cepat  daripada GPRS akan tetapi tetap saja masih kurang cepat dari 3G.


EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari  GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan  akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE  sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing).


UMTS (Universal  Mobile Telecommunication Service) : perkembangan selanjutnya dari EDGE.  UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas  akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan  fasilitas video streaming, video conference, dan video calling*). Secara  teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps.


3.5G


HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses  data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5  (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori  kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi pastinya HSDPA  lebih cepat lah. Kalau gak lebih cepat apa gunanya menciptakan HSDPA.  Semakin baru tekonologi pastinya semakin bagus.


Setelah  beberapa tahun, CDMA 2000 mengupgrade teknologi jaringan evdo mereka.  menjadi EVDO rev A. teknologi ini memiliki kecepatan 10 kali lebih cepat  dari evdo rev 0. Juga UMTS yang menguprade teknologi mereka ke HSDPA  dan HSUPA. inilah yang dinamakan 3.5G


4G


4G yang  digadang gadang 500 kali lebih cepat daripada CDMA2000 dapat memberikan  kecepatan hingga 1Gbps jika anda di rumah atau 100Mbps ketika anda  bepergian. Bayangkan dengan kecepatan super itu anda dapat dengan mudah  mendowload film dengan kualitas HD. Dan dalam waktu yang singkat tentu  saja. untuk mendownload film berkapasitas 6GB saja hanya diperlukan  waktu 6 Menit. Luar biasa .. mari kita tunggu kedatangan teknologi yang  super cepat ini. selain itu ini adalah salahsatu solusi yang paling  efektif untuk jaringan internet dipedasaan karena lebih baik menanam 1  menara 4G untuk ber mil-mil jauhnya, daripada dengan menyelimuti  sawah-sawah dengan kabel fiber optik.


4G adalah singkatan dari  istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini  umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler.  4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi  4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)  adalah "3G and beyond".


Teknologi 4G adalah istilah serapan  dari bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya  digunakan untuk menjelaskan pengembangan teknologi telepon seluler.


Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana  suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja  dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi  sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat  beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan  sistem berbasis IP terintegrasi penuh.


Ini akan dicapai setelah  teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan  kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan  kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis  layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung  mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi  internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).

Perbedaan Antara Malware, Adware dan Spyware


Potensi ancaman saat menggunakan perangkat komputer dan internet adalah hal yang harus disadari oleh kita sebagai pengguna, karena dengan internet maka kita akan terhubung dengan jutaan jaringan komputer di seluruh dunia yang diantaranya memiliki karakteristik untuk merusak dengan cara menginfeksi sistem komputer kita. Efeknya sudah pasti menimbulkan kerugian bagi kita, diantaranya: kehilangan data, kehilangan akses untuk akun tertentu yang telah kita daftarkan, sampai akhirnya menimbulkan kerugian materil bagi kita.

Beberapa ancaman tersebut dapat diklasifikasikan dengan sebutan Malware, Adware dan Spyware. Melalui ulasan berikut akan membahas perbedaan dari ketiga istilah tersebut melalui berbagai ciri dan ancaman yang disebabkannya.

Malware

Malware adalah perangkat lunak yang bertujuan memberikan masalah pada komputer dengan cara membatasi, mengubah dan memberhentikan kinerja komputer. Dengan tujuan umum untuk proses download dan installasi tersembunyi yang membingungkan.
Malware sendiri biasa didapati karena download internet, link email dan lampiran, jejaring sosial, game online, chatroom dari website berbahaya dsb.
Indikasi Malware
Beberapa faktor sehingga dapat disimpulkan bahwa telah terinstall malware pada komputer kita adalah :
• Browser homepage terus berubah.
• Iklan pop-up muncul setelah browser ditutup.
• Muncul ikon aneh pada desktop.
• Lampu komputer berkedip (mengartikan komputer dalam proses mengolah informasi) pada waktu yang tidak biasa atau tak terduga. Hal ini sulit untuk diamati dengan broadband karena tidak ada perbedaan visual antara data yang masuk dan keluar.
• Pengaturan browser berubah, termasuk dafault web saat awal browser dibuka.
• File upload atau download terjadi tanpa izin pengguna.


Adware

Adware adalah bentuk lain dari malware dan persis seperti namanya, perangkat lunak dengan tujuan promosi atau iklan. Adware biasanya terdapat didalam software freeware yang kita download.

Meskipun beberapa program memberikan pilihan untuk tidak menginstal adware ekstra, banyak sekali software gratis menambahkan adware didalamnya tanpa sepengetahuan kita.


Spyware

Spyware adalah jenis program yang menyerang komputer dengan memata-matai komputer. spyware dan malware memiliki kesamaan yaitu kemampuan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi pribadi tanpa izin Anda. Spyware juga dapat mengirim dan membuat sumber daya komputer dan informasi yang tersedia untuk penerima tidak dikenal atau pengguna remote tanpa sepengetahuan atau izin.
Spyware dan malware adalah metode yang mungkin untuk pencurian identitas sejak pemilik atau pengguna komputer tidak tahu tentang atau tidak memberikan izin mereka untuk instalasi dan penggunaan program tersembunyi atau file.

Ada berbagai jenis spyware yang mengumpulkan informasi yang berbeda. Jenis spyware umum adalah keylogger yang merekam informasi apa yang Anda ketik pada keyboard Anda. Jadi, mengapa nomor rekening kartu kredit bisa hilang, atau login dan password kita dicuri, kesemuanya itu adalah ulah dari Spyware.

Pedoman umum untuk menghindari Malware, Adware dan Spyware
• Tidak membuka email atau lampiran email dari pengirim yang tidak dikenal.
• Block atau tidak mengklik jendela pop-up yang mencurigakan.
• Jangan membuka file yang tergolong terkait dengan malware seperti .bat, .com, .exe, .pif, .txt.vbs, .htm.exe atau .vbs
• Tidak download dan menginstall aplikasi selain dari sumber terpercaya.
• Hindari penipuan berupa phising.
• Gunakan update software anti-virus dan anti-spyware secara teratur.

Mempercepat kinerja booting Windows Vista


Banyak orang menganggap Windows Vista itu terlalu berat, baik di sisi kebutuhan hardware-nya ataupun kinerjanya apabila diinstal di computer kelas menengah. Yang kami maksud berat itu juga termasuk proses booting yang lama. kita akan mencoba mengakselerasi proses booting Windows Vista. Buat yang sudah menginstal Vista dikomputernya, cobalah iseng-iseng menghitung waktu booting antara Windows Vista dan Windows XP. Pasti lebih cepat Windows XP kan, apalagi kalau di-tweak dengan menggunakan Bootvis, pasti tambah kencang tuh. Kenapa Windows Vista booting-nya lebih lama? Padahal antara Windows 2000 dengan XP, lebih cepat XP. Secara logika antara XP dengan Vista seharusnya lebih cepat Vista kan?. Hal itu disebabkan Vista membutuhkan kebutuhan sistem yang lebih tinggi dari XP, dan saat booting banyak sekali komponen sistem yang baru, dan driver baru turut di-loading. Selain itu, dengan adanya ?tur-?tur baru yang kaya akan efek, artinya OS lebih dibebani dan hardware harus bekerja lebih keras. Dan ini langkah demi langkah bagaimana agar Vista booting lebih cepat dari XP. Apalagi untuk Anda yang memiliki hardware minimum untuk Vista, sepertinya langkah-langkah ini akan sangat berguna.

Setting BIOS

Dalam melakukan tweaking yang berkaitan dengan kecepatan suatu komponen, umumnya pengaturan BIOS pasti terlibat di dalamnya. Hal ini dikarenakan BIOS bertindak sebagai pengendali utama hardware, di mana semua pengaturan yang bersifat low level dilakukan dari dalam situ.

Mengubah Urutan Boot

Saat pertama dihidupkan, komputer sudah diatur agar langsung mencari dimana media penyimpanan yang menyimpan ?le yang diperlukan untuk boot. File tersebut bisa saja terdapat di ?oppy, CD/DVD ROM, ?ash disk, atau harddisk. Lalu, apa keuntungan dari mengubah urutan boot? Bila Anda mengubahnya agar harddisk adalah tempat pertama yang harus dicari, maka Anda bias menghemat waktu sekian detik, bukan? Karena buat apa mencari-cari ke tempat penyimpanan lain, kalau yang sebenarnya dicari ada di harddisk. Untuk mengubah urutan boot atau boot sequence, beginilah caranya:

1. Saat komputer pertama dinyalakan, masuk ke BIOS dengan menekan tombol Del atauF2, atau tombol yang lain. Setiap motherboard menggunakan tombol yang berbeda untuk masuk ke BIOS, tapi umumnya dua tombol itulah yang sering dipakai.
2. Cari menu Boot, dan pastikan bahwa yang ada di urutan pertama adalah harddisk. Jika Anda kebetulan memiliki dua harddisk, jadikan harddisk yang ada OS-nya menjadi urutan pertama atau paling atas.

3. Simpan setting-an BIOS, dan keluar

Manfaatkan Quick Boot

Selain mencari lokasi boot, saat kali pertama dinyalakan, komputer akan memeriksa semua hardware yang ada dan menghitung memory. Sewaktu memeriksa memory, pada umumnya komputer membutuhkan waktu yang Anda, BIOS tidak akan mengetahuinya. Seandainya sistem Anda menjadi lama, apalagi bila memory yang ada berkapasitas besar. Sebagai contoh, memory tidak stabil seperti terjadi crash, bahkan tidak mau booting, atau memory 512 MB akan dihitung dalam waktu kurang lebih 3 detik. Selain menghitung Anda dicuriga tidak beres, maka matikan dulu Quick Boot. memory, komputer juga memeriksa semua hardware yang ada untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Pemeriksaan secara menyeluruh ini sebenarnya tidak dibutuhkan, jika kita yakin bahwa semua hardware yang kita miliki dalam kondisi sempurna. Oleh karena itu, pada kebanyakan BIOS menawarkan ?tur bernama Quick Boot. Fitur ini membuat user bisa mematikan pemeriksaan menyeluruh tersebut. Caranya:

1. Masuk ke BIOS, dan cari menuAdvanced BIOS Featureatau menu Boot. LokasiQuick Bootbisa berbeda-beda di tiap BIOS.
2. Ubah status Quick Boot menjadi Enable.

3. Simpan setting-an BIOS, dan keluar.


Efek samping dari Quick Boot adalah jika terjadi sesuatu pada memory anda, BIOS tidak akan mengetahuinya. Seandainya system anda menjadi tidak stabil seperti terjadi crash, bahkan tidak booting atau memory anda dicurigai tidak beres, maka matikan dulu Quick Boot.


Modi?kasi Boot OS

Windows Boot Manager

Apabila ada OS lain selain Vista di komputer Anda, maka Anda harus berhadapan dengan Windows Boot Manager (WBM) yang secara default akan diinstal oleh Vista. Secara default, WBM akan memberikan waktu 30 detik bagi Anda untuk memilih OS yang ingin dijalankan. Bila 30 detik itu berlalu tanpa ada pilihan, maka WBM akan langsung memilih OS yang dijadikan default. Daripada harus menunggu 30 detik berlalu dengan sia-sia, kenapa tidak kita ubah saja 30 detik itu menjadi lebih singkat. Tapi sebelum kita melakukan perubahan apapun pada WBM, ada baiknya agar kita mem-backup-nya dulu dengan menggunakan Boot Con?guration Data Editor (BCDE). Tujuannya adalah agar bila terjadi sesuatu dengan WBM, bisa dikembalikan seperti keadaan semula. Beginilah cara backup-nya:

1. Anda harus berperan sebagai administrator, kemudian di command prompt yang diakses melalui Start, Accesories, Command Prompt, tulis bcdedit /export “C:\Backup File”.

2. Jika terjadi masalah dan ingin mengembalikannya ke keadaan semula, tinggal ganti dengan bcdedit /import“C:\Backup File”.


Sekarang kita kembali ke tujuan awal tadi, yakni mengurangi waktu 30 detik. Tujuannya 0apabila tidak ada OS yang dipilih, maka OS yang menjadi default akan bisa cepat dipilih, dan waktu booting menjadi lebih singkat.

1. Klik msconfig Start., di dalam kotak Start Search dengan
2. Dalam System Configuration pilih tab Boot, lalu didalam Timeout isi dengan nilai yang Anda inginkan Saran syah cobalah antara 2-5. Semakin kecil nilainya, pemilihan OS default akan semakin cepat, tapi juga lebih menyulitkan apabila ternyata OS default itu bukanlah OS yang saat itu sedang tidak ingin dipilih.

3. Klik OK


Nilai Timeout telah diubah, dan kini menu boot sudah ditampilkan dalam waktu lebih singkat. Memang ini adalah tip yang sangat sederhana, tapi akan sangat membantu apabila Anda menggunakan lebih dari satu OS. Trik selanjutnya adalah men-disable layar boot. Tidak seperti Windows XP dan Windows versi sebelumnya, Vista memiliki tampilan layar booting dalam resolusi tinggi. Di sisi visual atau estetika memang terlihat sangat apik dan menarik. Tapi bila dilihat dari sisi performa, justru bisa dibilang malah memperlambat proses boot. Oleh karenanya, kenapa tidak kita “babat” saja layar boot itu, demi mendapatkan potongan boot beberapa detik. Caranya:

1. Masih dalam tab Boot, beri centang No GUI boot

2. Klik OK, kemudian restart PC Anda.

VistaBootPro

Setelah Timeout dipercepat, akan tambah bagus lagi apabila OS yang sering Anda pakai dijadikan OS default. Karena begitu timeout selesai, WBM akan langsung me-load OS yang yang akan dipakai. Untuk memilih OS mana yang akan dijadikan default, kita butuh sebuah aplikasi freeware bernama VistaBootPRO.

1. Download VistaBootPRO dari www.pro-networks.org/vistabootpro/ sebesar 1,5 MB.
2. Instal seperti biasa, dan jalankan melaluiStart menu.
3. Di VistaBootPRO, pilihManage OS Entries. Apabila ada lebih dari satu OS, maka pilihlah OS yang sering Anda pakai, dan akan dijadikan default.

4. Beri tanda centang padaSet as Default, lalu klik Sedikit informasi tambahan, Anda juga bisa mengubah nilai timeout seperti yang kita lakukan kali pertama tadi melalui VistaBootPRO ini. Di Manage OS Entries, cari Current boot timeout, dan ubah nilainya sesuai seperti yang tadi kami beritahukan.

Disable Hardware yang Tidak Dibutuhkan

Salah satu momen yang cukup menghabiskan porsi waktu saat booting adalah prosesloading driver. Setiap driver untuk setiap hardware harus di-loading, dan kemudian dimulai oleh OS saat boot. Masalahnya adalah tidak semua hardware yang ada di komputer selalu dipakai. Di saat Windows harus me-load semua hardware yang ada, padahal belum tentu dibutuhkan, maka performanya akan menurun. Walaupun Vista lebih pintar dalam cara me-load driver dibanding Windows versi sebelumnya, namun tetap saja proses loading-nya akan memakan waktu. Di Windows sebelum XP hadir, sistem akan me-load satu hardware terlebih dahulu, kemudian yang lain akan menyusul secara serial. Nah, apabila ada satu hardware yang membutuhkan waktu lama dalam meload driver-nya, maka akan menambah lama waktu booting nya, karena harus menunggu satu driver tersebut selesai di-load terlebih dahulu. Windows Vista memiliki cara yang sama dengan XP dalam me-load driver. Bukan dalam serial, tapi mereka melakukannya secara paralel sehingga boot menjadi lebih cepat. Namun di Vista, ada lebih banyak driver yang harus di-load, dan akan selalu memiliki potensi memperlambat boot. Berikut adalah cara men-disable hardware yang tidak dibutuhkan:

1. Dalam kotak Search di Start menu, ketikkan devmgmt.msc.
2. SetelahDeviceManagermuncul, Anda bisa memilih hardware mana saja yang ingin di-disable. Caranya dengan mengklik kanan nama hardware-nya, lalu pilih Disable. Pada pilihan yang muncul pilih Yes.

3. Untuk mengenablekan kembali hardware yang disable, lakukan cara yang sama, dan pilih Enable


Sedikit info di Device Manager Vista, hardware yang di disable memiliki icon tanda panah ke bawah. Sedangkan hardware yang memiliki icon tanda tanya atau tanda seru berarti memiliki masalah, atau tidak di-setup secara benar.

Hardware Mana yang Harus di-disable

Setiap user memiliki kebutuhan hardware yang berbeda, dan belum tentu semuanya dimanfaatkan. Alangkah bermanfaatnya apabila Anda mengetahui hardware mana yang harus di-disable, dan mana yang tidak. Berikut adalah beberapa hardware yang pada umumnya lebih baik di-disable, karena jarang atau tidak pernah digunakan:

* Network adapter: di notebook, biasanya ada dua buah perangkat network. Jika salah satunya di-disable, tentunya akan memberi Anda pengurangan waktu booting.
* FireWire: hardware ini hanya dipakai saat ingin menghubungkan komputer dengan perekam video digital, seperti handycam atau camcorder. Jika Anda merasa tidak memilikinya, kenapa tidak di-disable saja.
* Biometrics: pada beberapa notebook terbaru, biasanya dilengkapi dengan perangkat sensor biometrik, misalnya scanner untuk sidik jari. Bila Anda merasa tidak butuh ?tur keamanan itu, disable saja.
* Modem: bila di kantor Anda menggunakan koneksi broadband yang terhubung melalui LAN, maka modem sudah tidak dibutuhkan lagi, kan? Maka dari itu, disable saja. Seandainya suatu saat dibutuhkan lagi, tinggal di-enable saja lagi.
* TPM security chip: TPM (Trusted Platform Module) adalah chip yang dipakai untuk menyimpan kunci enkripsi yang dipakai misalnya untuk enkripsi harddisk. TPM biasanya terdapat di notebook kelas high-end. Jika ?tur ini tidak digunakan, Anda bisa men-disable-nya.
* Multimedia: komputer Anda pasti memiliki banyak perangkat multimedia, apalagi komputer baru. Di Device Manager, coba lihat ke bagian “Sound, video, and game controller”. Di sana pasti terdapat banyak sekali perangkat yang harus di-load saat boot. Nah, perangkat multimedia yang paling jarang dipakai adalah game port atau MIDI device. Untuk game port tidak dipakai, karena joystick game saat ini sudah menggunakan port USB. Sedangkan MIDI hanya dipakai jika Anda memiliki perangkat keyboard (alat musik) MIDI.

* PCMCIA: Hardware ini banyak dipakai untuk keperluan expansion atau adapter pada notebook. Misalnya untuk expansion Wi-Fi, modem, dan lain-lain. Pada kenyataannya, notebook keluaran terbaru sudah banyak yang memiliki perangkat-perangkat tersebut dalam bentuk built-in. Jadi bila tidak digunakan, PCMCIA merupakan salah satu perangkat yang aman untuk di-disable.


Peringatan: jangan men-disable hardware yang berada di bagian Disk Drives, Computer, Display Adapters, IDE Disk Controllers, dan System. Semua hardware ini sangat vital bagi OS.

Buang Font yang Tidak Dipakai

Windows Vista memiliki lebih dari 200 fon tpada waktu baru diinstal. Dari ke-200 font itu, padahal sebenarnya hanya beberapa saja yang dipakai untuk keperluan sehari-hari. Ingat, semakin banyak font yang diinstal, maka semakin lama proses boot akan berjalan. Hal ini disebabkan karena sistem harus me-load dan mengindeks tiap font. Cara yang paling mudah untuk membuang font yang tidak dibutuhkan adalah menghapusnya langsung dari folder C:\Windows\Fonts. Tapi tentu saja menghapus font langsung memiliki risiko, apabila ternyata ada aplikasi yang membutuhkannya, Anda tidak memiliki font-nya lagi. Maka dari itu cara yang paling aman adalah memindahkannya ke folder lain. Dengan alasan apabila ternyata font yang dipindahkan masih dibutuhkan, maka Anda mempunyai backup-nya. Ada yang cukup unik mengenai folder Fonts. Anda tidak bisa melakukan copy/cut paste begitu saja seperti folder lain pada umumnya. Cara yang paling mudah melakukannya adalah melakukan seleksi pada font yang ingin dipindahkan, sembari menekan tombol, kemudian di-drag ke folder lain sesuka Anda. Setelah itu, font yang tadi diseleksi tinggal dihapus saja.

Disable Service yang Tidak Dipakai

Service adalah aplikasi yang berjalan secara kontinyu di background,begitu komputer mulai masuk ke Windows. Banyak sekali service yang dijalankan oleh Windows, dan menyediakan fungsi dasar sistem. Tapi setiap service yang jalan di background juga memakan resource komputer, seperti memory dan processor. Begitu juga dengan proses booting, saat booting service tersebut harus di-load satu per satu. Buat yang belum tahu di mana letak kon? gurasi service, silakan buka kembali System Con?guration melalui perintah mscon?g. Buka tab Services, dan di situ Anda bisa melihat service mana saja yang dijalankan. Sebelum men-disable service yang tidak dibutuhkan, ada baiknya Anda memahami dulu fungsi dari beberapa service yang ada:

* Application Experience: menyediakan cache yang kompatibel dengan aplikasi lama. Service ini bisa di-disable, tapi lebih disarankan untuk di-enable.
* Application Information: mengizinkan Anda untuk menjalankan aplikasi dengan hak administrator. Tetap enable-kan service ini.
* Background Intelligent Transfer: mentransfer data di background saat koneksi tidak dipakai. Salah satu kegunaan service ini adalah men-download update Windows. Jadi bila Anda tidak dalam keadaan online dan Windows Update di-disable, maka disable juga service ini.
* Base Filtering Engine: menyediakan dukungan untuk ?rewall, Ipsec dan ? ltering. Jika tidak berada dalam jaringan, matikan saja.
* Bluetooth Support: dari namanya sudah jelas, yaitu dukungan untuk perangkat Bluetooth. Jika tidak dipakai atau tidak punya perangkat Bluetooth, sangat dianjurkan untuk di-disable.
* COM+ Event System: menyediakan noti?kasi pada objek COM. Sebaiknya Anda melakukan sedikit eksperimen dengan beberapa aplikasi, sebelum men-disable-nya.
* DCOM Server Process Launcher: memulai proses DCOM. Beberapa service bersifat kritikal juga menggunakan DCOM Server Process Launcher untuk memulainya. Jadi lebih baik di-enable.
* Desktop Windows Session Manager: service yang berada di balik tampilan Vista yang seperti kaca. Jika hardware Anda tidak mendukung ?tur ini, matikan saja.
* Diagnostic Policy: menyediakan monitoring masalah dan troubleshooting komponen. Jika Anda merupakan pengguna yang cukup mahir, maka service ini boleh di-disable.
* Distributed Link Tracking Client: dipakai untuk me-link ?le NTFS melalui jaringan. Service ini jarang dimanfaatkan, jadi sebaiknya di-disable.
* DNS Client: menyediakan kemampuan untuk mengubah sebuah alamat website menjadi alamat IP yang dibutuhkan oleh browser dan tool Internet lainnya. Bila komputer tidak terhubung ke jaringan apapun, disable saja.
* Function Discovery Provider Host: melakukan host pada service lain yang mencari perangkat lain melalui jaringan, contohnya Media Center Extender. Service ini jarang dipakai, disable saja.
* Group Policy Client: bertanggung jawab dalam mengaplikasikan setting domain policy. Service tidak bisa di disable.
* IP Helper: menyediakan koneksi IP v6 melalui jaringan IP v4. Disable service ini, apabila jaringan Anda menggunakan IP v4.
* Multimedia Class Scheduler: membantu aplikasi multimedia dengan memprioritaskan CPU untuk memproses multimedia. Sebaiknya di-enable apabila Anda banyak memakai keperluan multimedia.
* Network connections: menyediakan GUI untuk mengatur semua koneksi jaringan. Bila di-disable maka Network & Sharing Center tidak akan berjalan, maka lebih baik di-enable.
* Of? ine Files: menyediakan pengoperasian ?le of?ine diWindows Explorer. Silakan disable jika tidak digunakan.
* Plug and Play: mengizinkan komputer secara otomatis mendeteksi dan mengon? gurasi hardware. Dibutuhkan oleh beberapa service, jadi sebaiknya di-enable.
* Portable Device Enumerator: menyediakan dukungan untuk perangkat penyimpanan portabel, agar bisa berkomunikasi dengan komponen Windows lain seperti Windows Media Player. Service ini aman untuk di-disable, saat tidak dibutuhkan.
* Print Spooler: mengizinkan Anda untuk menyimpan service print ke memory sehingga proses cetak bisa menjadi lebih cepat. Service ini bisa di-disable, tapi kadang dapat mempengaruhi proses cetak.
* Remote Procedure Call: bertanggungjawab untuk komunikasi antara komponen COM. Tidak bersifat kritis, tapi dipakai oleh banyak service Windows lain. Direkomendasikan agar tidak di-disable.
* Security Center: memantau semua aplikasi yang berkaitan dengan sekuriti. Service ini kadang cukup menyebalkan, karenanya bisa di-disable.
* Task Scheduler: menjadwalkan proses mana yang harus dijalankan pada saat-saat tertentu di background. Direkomendasikan agar tetap enable.
* WebClient: menyediakan dukungan untuk protocol WebDAV, agar bisa mengakses remote server melalui Internet Explorer. Tidak perlu protokol itu? Disable.
* Windows Audio: menyediakan ?tur audio. Bisa di-disable, tapi komputer Anda akan diam seribu bahasa.
* Windows Error Reporting: saat terjadi error, service ini akan jalan dan siap memberitahukan Microsoft bahwa terjadi masalah. Cukup mengganggu, sehingga bisa di-disable.
* Windows Firewall: menyediakan keamanan jaringan dengan memblokir akses masuk atau keluar jaringan, sesuai dengan yang sudah ditentukan. Enable hanya apabila komputer Anda berada di dalam jaringan.
* Windows Management Instrumentation: menyediakan interface untuk script dan aplikasi lain yang mengendalikan berbagai komponen di Vista. Bila di-disable, Internet Connection Sharing, IP Helper, dan Security Center akan turut berhenti.

* Workstation: menyediakan dukungan untuk koneksi yang menggunakan protokol jaringan SMB. Bila di-disable, maka men-disable Windows File Sharing juga.


Tentu saja, dari semua service yang ditampilkan di atas hanya sebagian saja. Bila Anda menginstal aplikasi demi aplikasi, maka pada umumnya jumlah service akan turut bertambah. Setelah mengetahui service mana yang bisa atau ingin di-disable, kita bisa melakukannya lewat Services utility yang masuk ke dalam Microsoft Management Console.

1. Dalam Search box di Start menu, ketikkan services.msc
2. Sebelum mulai men-disable sebuah service, ada baiknya Service tersebut distop terlebih dahulu. Cari service yang Anda inginkan, klik kanan dan pilih Stop.
3. Setelah service-nya stop, klik kanan kembali service tersebut, pilih Properties.
4. Di tabDisabledGeneral., dalam Startup Type ganti menjadi

5. Klik OK Setelah restart, service itu tidak akan di-aktifkan saat booting.


Masih bingung service mana saja yang lebih baik di-disable? syah punya dua daftar service mana yang harus di-disable. Tentu saja ini menurut versi syah. Apabila Anda memiliki pilihan sendiri, silakan! Siapa tahu justru pilihan Anda lebih yahud. Yang pertama adalah pilihan dasar sekali yang bias memaksimalkan performa komputer. Cuma di sini Anda harus mengorbankan ?tur-?tur yang membuat Vista terasa nyaman. Berikut adalah daftar service yang bisa di-disable dengan aman:


Application Experience, Program Compatibility Assistant, Application Information, ReadyBoost, Background Intelligent Transfer, Routing and Remote Access, Base Filtering Engine, Security Center, Bluetooth Support, Server, Desktop Window Manager Session Manager, SSDP Discovery, DHCP Client, Superfetch, Diagnostic Policy, Tablet PC Input, Diagnostic System Host, TCP/IP NetBIOS Helper, Distributed Link Tracking Client, Terminal Services, EAPHost, Themes, Function Discover Provider Host, WebClient, Group Policy Client, IKE and AuthIP IPsec Keying, Windows Audio Endpoint Builder, Modules, Windows Defender, IP Helper, Windows Error Reporting Service, Multimedia Class, Windows Firewall, Network Connections, Windows Management Instrumentation, Network List, Network Location Awareness, Windows Search, Of?ine Files, Windows Time, Policy Agent, Windows Update, Portable Device Enumerator, WinHTTP Web Proxy Auto-Discovery, Workstation.


Seperti sudah dibilang tadi, pilihan service yang bisa di-disable meningkatkan performa, tapi menghilangkan beberapa ?tur Vista yang nyaman dan keren. Berikutnya adalah pilihan service yang bisa di-disable secara aman, tapi tidak seekstrim pilihan awal. Atau bisa dibilang menyeimbangkan antara mempercepat waktu boot, dan mendapat ?tur keren dari Vista:


Bluetooth Support, IP Helper, DHCP Client, Of? ine Files, Diagnostic Policy, Policy Agent, Diagnostic System Host, Routing and Remote Access, Distributed Link Tracking Client, SSDP Discovery, EAPHost, Tablet PC Input, Function Discovery Provider Host, WebClient, Group Policy Client, Windows Search, IKE and AuthIP IPsec Keying Modules, WinHTTP Web Proxy Auto-Discovery.

Optimalkan Lokasi Boot

Kecepatan membaca sebuah ?le tergantung dari berapa cepat harddisk Anda, dan ditaruh di mana ?le tersebut di harddisk. Untuk mempercepat proses boot, tentu saja ?le yang dipakai untuk boot harus diletakkan di lokasi yang dibacanya paling cepat. Saat kali pertama setelah instal, ?le boot tersebut masih dalam kondisi bagus alias dalam kondisi tercepat. Namun begitu harddisk mulai terisi sedikit demi sedikit dan Anda melakukan perubahan kon?gurasi di sana sini, beberapa dari ?le boot itu mulai terpencar di mana-mana. Alhasil, saat harddisk ingin membacanya agak tersendat-sendat.

Disk Defragmenter

Baik di XP atau Vista, ada sebuah ?tur bernama Prefetch. Fitur ini berfungsi mengoptimalkan lokasi tempat ?le boot berada dengan bantuan Disk Defragmenter. Cuma masalahnya, optimalisasi tersebut hanya dijalankan saat komputer dalam keadaan idle. Anda tentunya kurang begitu menyadari kapan terakhir kali komputer Anda idle, dan melakukan tugas optimalisasi. Jika Anda iseng ingin mengetahuinya, begini caranya:

1. Bukaregistry editormelalui Search box, dan ketik regedit.

2. Buka_direktori HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Prefetcher, dan agar kita bisa memaksa komputer menjalankan optimalisasi itu sekarang juga, yakni: cari key bernama LastDiskLayoutTimeString. Di situ akan terlihat tanggal dan jam terakhir kapan proses optimalisasi dilaksanakan.


Tadi sudah disinggung bahwa optimalisasi hanya dilakukan dalam keadaan idle. Lalu bagaimana jika kita ingin melakukan optimalisasi sekarang juga? Apa iya kita harus mendiamkan komputer sebentar, sampai komputer masuk ke dalam kondisi idle? Mungkin kelamaan kali ya. Tapi ada cara Agar bias memaksa computer menjalankan optimalisasi ini sekarang juga, yakni :

1. Disearch box yang ada di Start menu, ketik cmd

2. Setelah command prompt terbuka, tuliskan perintah Rundll32.exe advapi32.dll, ProcessIdleTasks

Tingkatkan Kecepatan Harddisk

Lokasi boot tentu sudah pasti berada di harddisk. Setelah lokasi boot tersebut dioptimalkan dan tambah cepat, tentunya lokasi tersebut (harddisk) akan lebih afdol bila turut dioptimalkan juga kinerjanya. Tapi setting-an ini akan optimal apabila harddisk yang dipakai adalah harddisk SATA. Juga karena setting ini akan secara agresif menulis ke cache harddisk, hasilnya akan mempercepat akses ke harddisk, namun memiliki efek samping kehilangan data apabila terjadi mati listrik tiba-tiba. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menggunakan perangkat UPS (Uninterruptible Power Supply).

1. Di dalam Windows Explorer, klik kananComputer dan pilih Properties.
2. Di jendela berikutnya yang muncul, pilihlah Device Manager
3. Dalam Device Manager, buka direkori Disk drives, dan pilih harddisk yang ada Windows Vista-nya (jika kebetulan ada lebih dari 1 harddisk).
4. Pilih tab Policies, dan beri centang pada Enable advanced performance.