SELAMAT DATANG DI "TANAILANDU" (WASINDOLI) BLOG DI SINI KAMI BERBAGI PENGALAMAN DAN INFO DESAKU ( NadtsiR )

Kamis, 09 Mei 2013

Islam Itu Sederhana


Prinsip Islam itu sederhana, take it or leave it.
Sami’na wa atho’na , kami dengar kami taat.

Simpel bukan? Tapi kadang kenapa bisa menjadi rumit dan sulit,itu karena kita yang suka mempersulit diri.

Sederhananya :

Mengerti sekarang,kerjakan sekarang juga

Mengerti sekarang,tinggalkan sekarang juga.

Ketika telah sampai ( baligh ) perintah tentang sholat,zakat,puasa,haji maka ” kami dengar kami taat ” .
Bukan kami dengar,kami pikir-pikir dulu,kami diskusikan dulu dan entah kapan taatnya …

Ketika telah sampai ( baligh ) larangan untuk korupsi,maka ” kami dengar kami taat ” untuk meninggalkan/menjauhkan diri dari korupsi tanpa mempertanyakannya.

Bukan kami dengar,kami pikir-pikir,kami pertimbangkan,kami coba dulu hingga akhirnya malah jadi seorang koruptor.

Yang membuat Islam menjadi rumit ketika terjadi tawar menawar antara logika,perasaan,dan napsu …

Islam itu sederhana,

Belajar Hidup Mandiri


Kita tak akan selamanya menjadi anak kecil yang selalu mendapat perhatian yang lebih dan masih tergantung kepada orang tua. Ada saatnya dimana kita harus tinggal jauh dari orang tua. Mungkin awalnya terasa susah atau bahkan kita tidak betah dengan lingkungan tempat tinggal kita yang baru. Tapi, jika keadaan menuntut kita untuk berada di tempat itu, mau tidak mau kita harus bisa bertahan disana. Lalu, apa yang setidaknya bisa kita lakukan untuk dapat bertahan di tempat tersebut. Disini saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya.

Pertama, kenali dulu tempat baru kita. Setidaknya kita tahu fasilitas-fasilitas umum yang dekat dengan tempat tinggal kita, seperti masjid, apotek, pasar, warung makan, toko atau supermarket dan lain-lain. Dengan mengetahui tempat-tempat tersebut, kita tidak akan kebingungan jika suatu saat nanti perlu ke salah satu tempat tersebut.

Kedua, jalin hubungan baik dengan semua orang. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri. Tentu saja kita membutuhkan bantuan orang lain dalam beberapa hal. Menjalin hubungan baik dengan orang lain
akan membuat kita mudah untuk meminta bantuannya ketika kita sedang ada masalah atau butuh bantuan. Tetapi bukan berati kita tergantung kepada mereka, karena mereka juga memiliki kesibukannya sendiri. Kita harus mampu hidup mandiri, jika kita masih bisa melakukannya sendiri, lakukan sendiri terlebih dahulu. Jika memang sudah tidak bisa diatasi sendiri, baru kita meminta bantuan mereka.

Ketiga, saling berbagi. Jika kita memiliki makanan atau apapun yang bisa dibagi, maka berbagilah dengan teman-teman dan orang-orang disekitar kita. Meskipun kita hanya dapat berbagi cerita, itu pun saya rasa sudah cukup. Dengan berbagi, teman atau orang-orang disekitar kita tersebut akan merasa lebih dianggap keberadaannya, dan hal itu akan membuatnya nyaman berteman baik dengan kita.

Keempat, selalu siap sedia. Jangan sampai tidak punya persediaan obat-obatan dan makanan, baik yang bisa langsung dimakan atau yang instan. Karena tidak menutup kemungkinan ketika kita lapar, kita tidak bisa pergi ke warung makan karena sedang hujan deras atau karena hal lain. Atau ketika kita tiba-tiba sakit, kita bisa meminum obat yang kita miliki terlebih dahulu sebagai penanggulangan pertama sebelum penganganan lebih lanjut oleh dokter.

Kelima, manfaatkan teknologi. Jika kita rindu dengan orang tua atau keluarga di rumah, maka manfaatkanlah teknologi. Kita bisa menelepon mereka atau mungkin video call. Tetapi yang perlu diingat, ketika sedang berkomunikasi dengan mereka lewat telepon atau media komunikasi lainnya, jangan tunjukkan kalau kita sangat rindu rumah dan ingin segera pulang. Dan jangan pula menceritakan hal-hal buruk yang sekiranya membuat mereka khawatir. Usahakan terkesan ceria dan gembira ketika sedang berkomunikasi dengan mereka baik via telepon atau yang lainnya agar mereka yang dirumah tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan kita.

Dan yang terakhir, selalu dekat dengan-Nya. Kita harus sadar akan kewajiban kita dalam beribadah, karena tidak seperti dirumah, tidak ada yang mengingatkan kita untuk beribadah. Kita harus memiliki kesadaran sendiri untuk itu. Mendekatkan diri dengan Allah adalah yang paling penting, karena hanya Allah lah yang dapat membantu kita ketika orang tua, teman, dan orang lain tidak dapat membantu kita.

Keenam hal diatas adalah beberapa hal yang sudah saya coba lakukan. Merantau di kota orang untuk menuntut ilmu adalah suatu hal yang sangat mulia. Jadi, jangan jadikan alasan bahwa tidak tinggal bersama orang tua membuat kita tidak bisa bertahan. Justru dengan cara seperti ini, kita akan jauh lebih mandiri dan akan lebih peka dalam menghadapi berbagai persoalan dalam hidup serta tanggap dengan berbagai solusi untuk mengatasinya.