Desaku Tanailandu namanya. Desa kecilku bagian dari kecamatan Mawasangka Letaknya sekitar kurang lebih 100 kilo meter dari pusat kota .Di sini aku lahir aku tumbuh bernafas,berlari,Bernyanyi,memeluk ibu,ayah,adik,mengecup senja,bercengkerama dengan angin,bercanda dalam rintik,menguntai tawa dengan teman sepermainan,mencuri harum masakan bunda,bermandi matahari,tergelak dalam hujan,bersahabat dengan fajar.
Desaku jelang sore Satu,dua bintang selepas maghrib,Gemerisik Nyanyian burung di rembang petang,kokok ayam pecahkan pagi,Riuh tawa anak-anak di jalan-jalan desa,Roda-roda sepeda yang dikayuh petani-petani bercaping.
Desaku Aku masih ingat rumah kecil tempat aku, ayah, dan bunda tinggal,tak jauh dari rumahku masjid tampak tegak, terlihat jelas dari jendela rumah dan sekolahku Bangunan yang menjadi pusat dari hidupku setelah rumah,Dengan tiang bendera di lapangan tempat aku dan kawan-kawan dalam seragam pramuka berkumpul setiap pekan,Jika kemarau datang lapangan depan sekolah terasa gersang dan berdebu,semuanya aku masih mengingatnya.
Desaku Dikala sinar mentari datang Kulihat engkau begitu indah di pagi hari Kudengar ayam berkokok Dan udaramu yang sejuk membuatku bersemangat
Desa Janganlah kau seperti di kota Yang penuh dengan polusi Yang kuinginkan kau penuh dengan udara segar Dan itu akan membuatku senang hidup di desa ini semua merupakan panorama yang indah di desaku.


